KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR

KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR Diajukan untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Pelajaran Kepemimpinan dan Kewirausahaan Disusun Oleh : Kelompok 3 ALMUNTASIR LIDINILLAH SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH ( STIT ) AL-AMIN KANDANGHAUR – INDRAMAYU CAMPUS II BONDAN - SUKAGUMIWANG 2010 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesempatan dan kasih saying yang telah dicurahkan sehingga bahan pelajaran yang berupa modul yang diharapkan dapat mendukung implementasi program peningkatan kulifikasi S-1 guru Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) dan Pendidikan Agama Islam ( PAI ) pada sekolah terwujud. Dengan adanya program kualifikasi S-1 guru Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) ini, mengharapkan suatu bangsa memperkuat sector pendidikan kemajuan suatu bangsa mengharuskan adanya sumber daya manusia yang unggul, adanya manusia yang unggul mengharuskan adanya pendidikan yang unggul. Kepada berbagai pihak yang terlibat dengan pengembangan tugas makalah ini, para dosen, rekan – rekan mahasiswa ( IAIN ) Cirebon yang turut memberikan sumbangsih kami mengucapkan terimakasih. Harapan kami, semoga makalah ini memberikan manfaat yang berarti bagi peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran, khususnya dilingkungan Kementrian Agama Islam Republik Indonesia. Amin Indramayu, Mei 2010 Penyusun Kelompok 3 METODE PENGAJARAN BAHASA ASING Dalam modul ketiga ini kita diajak untuk mempelajari empat jenis lain dari metode pengajaran bahasa asing. 1. Metode Komunikatif 2. Metode Respon Fisik Total 3. Metode Guru Diam 4. Metode Belajar Bahasa Berkelompok Setelah mempelajari metode – metode ini diharapkan dapat mengembangkan teknik pengajaran sendiri berdasarkan teknik pengajaran sendiri, berdasarkan prinsip – prinsip yang diajukan oleh metode tersebut dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan serta kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. 1. Metode Komunikatif ( Thariqah Ittishaliyah / Communicative Method ) Metodee ini mulai berkembang bersama dengan terjadinya beberapa perubahan pada tradsi pengajaran bahasa ang terjadi di inggris pada tahun 1960-an yang bersamaan ditolaknya audilingual di Amerika para pelajar dan praktisi merasa tidak puas setelah beajar beberapa tahun tetap tidak lancarberkomunikasi dalam bahasa target, sedangkan para ahli liguistik mengecam dari sisi landasan teoritisnya. The Council of Europe suatu organisasi yang bergerak dibidang kebudayaan dan pendidikan menyikapi masalah – masalah pendidikan yang terjadi di Eropa. Mreka merasakan perlu adanya metode alternative dalam pengajaran bahasa. Seanjutnya pada tahun 1971 seklompok ahli mulai mengembangkan bahasa kedalam sistem unit kredit. Pembelajaran bahasa dipecam menjadi beberapa unit, disesuaikan dengan kebutuhan siswa, tiap unit berkaitan antara yang satu dengan yang lain secara sistematis. Metode komunikatip merupakan tetap mempeertahankan karakteristi dasarnya yaitu apa yang dikenal dengan kesenjangan informasi ( fajwah Ma`lumat / information gop ), pilihan ( ikhtiar / coice ) dan umpan balik ( tagziah raji`ah / feed back ), dan materi otentik ( min bashadir asliyah / authentic material ). Pendekatan Metode Komunikatif a. Hakekat Bahasa Metode ini melandasan dirinya pada teori tentang bahasa yang mengatakan bahwa bahasa adalah alat untuk berkomunikasi ( Richard and Rodger, 2003.159 0. dengan demikian tujuan pengajaran bahasa adalah untu mengembangkan apa yang disebut oleh hymes ( 1972 0 sebagai kompetensi komunikatif ( malakah al-iththisall / communicative ), yaitu kemampuan menggunakan bahasa untu berbagai tujuan dalam situasi dan kondisi. Holiday ( dalam thu`imah, 1989:119 ) menjelaskan fungsi – fungsi bahasa tersebut sebagai beriku : 1. Fungsi instrumental ( wazhifah nafiyyah / regulatory function ) 2. Fungsi pengatur ( wazhifah tanzhimiyyah / regulator function ) 3. Fungsi interaksional ( wazifah tafa`uliyyah ) 4. Fungsi personal ( Wazifah syakhshiyyah ) 5. Fungsi heuristic ( wazifah istiksyafiyyah ) 6. Fungsi imajinatif ( wazifah takhayyuliyyah ) 7. Fungsi perwakilan ( wazifah bayaniyah ) b. Hakekat Pembeajaran Bahasa Richard dan Rodgers ( 2003:161 ) mengemukakan tiga prinsip pengajaran bahasa yang melandasi metode ini yaitu : a. Prinsip komunikasi b. Prinsip tugas c. Prinsip kebermaknaan Deesain Metode Komunikatif a. Tujuan ( Umum dak Khusus ) b. Model silabus c. Jenis kegiatan belajar mengajar d. Peran pengajar e. Peran pembelajaran f. Peran bahasa ajar Keunggulan dan Kelemahan Metode Komunikatif Keunggulan Keunggulan metode ini terletak pada cirri komunikatifnya itu sendiri. Pendekatan ini menekankan komunikasi sehingga kelancaran siswa dalam menggunakan bahasa akan cepat tercapai. Kelemahan Sedangkan kelemahan dari metode ini terletak pada penilaiannya, setiap kesempatan siswa dilibakan dalam kegiatan yang menekankan “ kelancaranc” semenara penilaiannya kebanyakan berfokus pada “ ketelitian ”. 2. Metode Respon Fiskal Total ( Thariqoh Al-Jasmaniyah Al Kamilah / Total Physical Response Metitod ) Pendekatan Metode Respon Fisik Total a. Hakekat bahasa Richards dan Rodgers ( 2003:73-75 ) menyatakan bahwa Ashers tidak secara langsung menjelaskan tentang hakekat bahasa dan bagaimana bahasa itu tertera. Mereka menyimpulkan bahwa bahasa terdiri dari bagian; bahasa, hal ini menyiratan bahwa bahasa dapat diajarkan dengan diorganisir berdasarkan tata bahasa atau butir; kosa kata , metode ini juga mengamnggap kata kerja ( terutama perintah ) sebagai sentral ( fi`il amar ) adalah bentuk kata kerja yang paling penting diajarkan. b. Hakekat Pembeajaran Bahasa Belajar suatu bahasa bersifat sekuensial ( berurutan ), mempelajari bahasa asaing serupa dengan mempelajari bahasa ibu. Ada suatu urutan biologis baik dalam mempeajari bahasa asing maupun dalam bahasa pertama. Urutan itu dapat diamati ketika anak – ana belajar bahasa ibunya. ( Setiyadi,2006:130 ) Asumsi lain tentang pembelajaran bahasa adalah bahwa stress dapa menghalangi kegiatan pembelajaran, semaki tinggi stress maka semakin rendah kualitas pembelajaran ( Richard and Rodgres,2003:75 ) oleh karena itu, agar siswa berhasil dalam belajar bahasa, maka rasa stress harus dihilangkan. Metode ini juga mendasarkan diri pada pemahaman tentang potensi fungsi otak kanan dan otak kiri. Desain Metode Respon Fisik Total a. Tujuan ( Umum dan Khusus ) Tujuan umum dari metode respon fisik total adalah untuk mengembangkan keterampian berbahasa lisan untuk level permulaan, memahami adalah tujuan untukmencapai tujuan akhir, dan tujuan akhir yang ingin dicapai adalah untuk mengajarkan ketrampilan berbicara dasar. b. Model Silabus Jenis silabus yang digunakan oleh Asher silabus berbasis kalimat, dengan mengutamakan criteria tata bahasa dan leksikal dalam memilih materi pengajaran. c. Jenis Kegiatan Belajar Mengajar Tahap pertama pelajar adalah menyampaikan model. Guru memberikan perintah kepada beberapa orang siswa, lalu melaksanakan tindakan – tindakan bersama dengan mereka. Pada tahap kedua, beberapa siswa tersebut menunjukan bahwa mereka dapat memahami perintah – perintah tersebut dengan langsung sendirian. d. Peran Pembelajaran Dalam metode respon fisik total, para siswa mempunyai peran utama sebagai pendengar dan pelaksana gerakan. e. Peran Pengajar Dalam metode ini guru memainkan peran sebagai pengarang yang aktif. Gurulah yang memutuskan apa yang harus diajarkan. f. Peran Bahan Ajar Dalam metode ini, secara umum tidak ada teks pokok ( nash asasi ) pelajaran, maka berbagai benda dan realia memainkan peran penting. Prosedur dan Teknik Pengajaran Metode Respon Fisi Total. Ada dua teknik utama yang dapat digunakan dalam metode ini, yaitu teknik memperkenalkan ( introductory technique ) dan teknik bekerja 9 working technique ). Teknik memperkenalkan maksudnya cara – cara yang digunakan untuk memperkenalkan perintah atau kosa kata baru kepada para siswa untuk pertama kalinya. Teknik bekerja mengacu pada cara – cara yang digunakan untuk menjelaskan atau mengkombinasikan perintah – perintah serta kosa kata pendukung yang telah diperkenalkan kepada para siswa untuk peningkatan dalam bahasa sasaran. Keunggulan dan Kelemahan Metode Respon Fisik Total Keungguan Metode ini memang mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengaktifkan para siswa karena situasi dalam kelas memang hidup, memberi kesempatan kepada para siswa untuk menguji cobaan keterampilan mereka dengan cara yang kreatif. Kelemahan. Metode ini jelas lebih meletakan tekanan pada keterampilan – keterampilan berbicara dari pada keterampilan lainnya, dengan demikian pengembangan kecaapan dalam bidang keterampilan lainya akan terlambat kalau pendekatan ini akan dipakai secara ekslusif sepanjang waktu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR"

Post a Comment