KTSP MA Al Syarifiyah Bondan

Team Penyusun KTSP MA Al – Syarifiyah Bondan Ketua : Drs. Dzikrulah, M.Pd.I Sekretaris : Akhmad Afandi, SE Anggota : Abdul Malik, SI.p M. J. Yudha, SPd Nuryani, SPd Ali Syarifudin, SPd. I Saefullah, SHI Eka Diniyah Sufyan Jauhari, SPd. I Almuntasir Lidinillah KATA PENGANTAR Bismillahir Rahmaanir Rahiim, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Rabbul’Izzati yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MA Al - Syarifiyah Bondan dapat diselesaikan. Revisi KTSP ini dilatarbelakangi oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2008 tentang penetapan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Agama. Selain itu karena adanya penyesuaian-penyesuaian yang perlu dilakukan sehingga KTSP sesuai dengan format yang telah ditetapkan. Tanpa bantuan dan kerja sama beberapa pihak Revisi KTSP ini sulit diwujudkan dalam bentuk dokumen. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan apabila kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Ketua Komite Madrasah, seluruh guru dan karyawan Madrasah Aliyah (MA) Al – Syarifiyah Bondan yang telah memberikan bantuan, pemikiran dan masukan bagi revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini. Akhirnya kami berharap mudah-mudahan dokumen KTSP ini bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Al – Syarifiyah Bondan Indramayu. Semoga. Indramayu, Juli 2009 Team Penyusun, LEMBAR PENETAPAN/PENGESAHAN Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah maka dengan ini, Revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) MA Al - Syarifiyah Bondan, ditetapkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2009/2010 Ditetapkan di : Indramayu Tanggal : 4 Juli 2009 Ketua Komite Madrasah Kepala MA Al - Syarifiyah Bondan, MA Al - Syarifiyah Bondan, ABDUL WAHID Drs. DZIKRULLAH NIP. Kepala Bidang Mapenda Islam Kanwil Depag Propinsi Jawa Barat, Drs. H. SAEROJI, MM NIP. 195908101987031006 KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA MADRASAH ALIYAH (MA) AL – SYARIFIYAH BONDAN DAN KOMITE MA AL - SYARIFIYAH BONDAN Nomor : MA. i.11.19/PP.006/ /2010 Nomor : 007/KM-MAN IM/II/2010 Tentang REVISI I KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH (MA) AL-SYARIFIYAH BONDAN DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA KEPALA MADRASAH ALIYAH (MA) AL – SYARIFIYAH DAN KOMITE MADRASAH – MA AL - SYARIFIYAH BONDAN Table 1 Menimbang Mengingat Memperhatikan : a. bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran serta tersedianya dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di lingkungan MA Al - Syarifiyah Bondan yang berpedoman pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 21, 22, dan 23 Tahun 2006 dan PermenagNomor 2 tahun 2008 serta sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada; b. Bahwa berdasarkan pertimbangan butir a di atas, pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dituangkan dalam Keputusan Bersama Kepala MA Al - Syarifiyah Bondan dan Komite Madrasah-MA Al - Syarifiyah Bondan. 1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 Standar Nasional Pendidikan; 4. Peraturan Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 5. Peraturan Mendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 6. Peraturan Mendiknas Nomor 24 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23 tahun 2006. 7. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2008 tentang SI dan SKL Mata Pelajaran Agama. 1. Visi-Misi dan Renstra Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Barat 2. Visi-Misi dan Renstra Madrasah Aliyah Al – Syarifiyah Bondan. 3. Kesepakatan Hasil Musyawarah Bersama antara guru, Pimpinan Madrasah, Komite Madrasah tentang Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. M E M U T U S K A N MENETAPKAN PERTAMA KEDUA : : Revisi KTSP MA Al - Syarifiyah Bondan sebagaimana terlampir. Revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mulai diberlakukan sejak tahun pelajaran 2009/2010. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan catatan hal-hal yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur dalam Keputusan tersendiri dan diperbaiki sebagaimana mestinya. Ditetapkan di : Indramayu Pada tanggal : 23 Januari 2010 Ketua Komite Madrasah, Kepala MA Al - Syarifiyah Bondan, ABDUL WAHID Drs. DZIKRULLAH NIP. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) MA AL - SYARIFIYAH BONDAN (Revisi) DEPARTEMEN AGAMA MADRASAH ALIYAH (MA) AL - SYARIFIYAH BONDAN 2010 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas : standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Untuk memenuhi amanat Undang-Undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan madrasah pada khususnya, MA AL-SYARIFIYAH BONDAN sebagai lembaga tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui KTSP ini madrasah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam pengembangannya melibatkan seluruh warga madrasah dengan berkoordinasi kepada pemangku kepentingan di lingkungan sekitar madrasah. Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum MA AL-SYARIFIYAH BONDAN, yang secara keseluruhan mencakup : 1. struktur dan muatan kurikulum; 2. beban belajar peserta didik; 3. kalender pendidikan; 4. silabus, dan 5. rencana pelaksanaan pembelejaran (RPP) B. VISI dan MISI Secara filosofis pendidikan adalah proses kemanusiaan yang diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia berbudaya dan beradab. Pendidikan juga dapat menjadikan manusia memiliki berbagai kemampuan kemanusiaan untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan kehidupan. Dalam proses takamul, manusia mempunyai potensi yang tidak terbatas. Pendidik dan yang dididik adalah mitra dalam kafilah ruhani yang sedang menempuh perjalanan di sahara yang tidak berujung. Perkembangan dan tantangan masa depan seperti : perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; globalisasi yang sangat cepat; era informasi; dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu madrasah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. MA AL-SYARIFIYAH BONDAN memiliki citra moral yang menggambarkan profil madrasah yang diinginkan di masa datang dengan dilandasi filosofi yang kokoh yang diwujudkan dalam visi madrasah berikut : VISI MA AL-SYARIFIYAH BONDAN Sekolah Islam yang TA’DIB. ( TELADAN, AKTIV, DEDIKATIF, INOVATIF, DAN BERWAWASAN ) MISI MA AL – SYARIFIYAH BONDAN 1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas siswa. 2. Membimbing siswa berakhlak karimah. 3. Membantu siswa berilmu, beriman dan takwa. 4. Menyiapkan siswa untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. 5. Membimbing siswa dalam bidang keterampilan C. Tujuan Madrasah Tujuan madrasah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Secara rinci tujuan yang diharapkan dari penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah adalah sebagai berikut : 1. Terlaksananya pembelajaran aktif, inovatif, kreatif,efektif dan menyenangkan dan kekompakan (team teaching) untuk lebih mengoptimalkan SDM guru dan mencegah terjadinya kekosongan jam pelajaran sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki. 2. Penerapan evaluasi atas penilaian hasil belajar secara konsisten dan berkesinambungan. 3. Optimalisasi program perbaikan dan pengayaan. 4. Memotivasi dan membantu peserta didik untuk pengembangan diri dalam mengenali potensi diri dan minat melalui program bimbingan konseling sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal. 5. Optimalisasi pelayanan terhadap peserta didik dengan melengkapi sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran. 6. Optimalisasi pengembangan diri dalam hal minat dan bakat siswa melalui program bimbingan konseling dan ekstra-kurikuler (KIR, Pramuka, PMR, seni, olah raga, dan keterampilan lain yang relevan) sehingga setiap siswa dapat mengembangkan bakat yang dimiliki secara optimal. D. Standar Kompetensi Lulusan Untuk mencapai standar mutu pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan secara nasional, kegiatan pembelajaran di madrasah mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP sebagai berikut ini, 1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja. 2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya. 3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya. 4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan social. 5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan social ekonomi dalam lingkup global. 6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif. 7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan. 8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri. 9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik. 10. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks. 11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan social. 12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggungjawab. 13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya. 15. Mengapresiasi karya seni dan budaya. 16. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok. 17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan. 18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun. 19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. 20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain. 21. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. 22. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris. 23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi. E. Sasaran Program Kepala Madrasah dan Para Guru serta dengan persetujuan Komite Madrasah menetapkan sasaran program, baik untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Sasaran program dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi madrasah. Sasaran Program Madrasah SASARAN PROGRAM 1 TAHUN (2009/2010) (Program Jangka Pendek) SASARAN PROGRAM 4 TAHUN (2009/2013) (Program Jangka Menengah) SASARAN PROGRAM 8 TAHUN (2009/2017) (Program Jangka Panjang) 1. Kehadiran Peserta didik, Guru dan Karyawan lebih dari 93%. 1. Kehadiran Peserta didik, Guru dan Karyawan lebih dari 95%. 1. Kehadiran Peserta didik, Guru dan Karyawan lebih dari 97%. 2. Target pencapaian rata-rata Nilai Ujian Akhir 6,00 2. Target pencapaian rata-rata Nilai Ujian Akhir 6,50 2. Target pencapaian rata-rata Nilai Ujian Akhir 7,00 3. 5% lulusan dapat diterima di PTN, baik melalui jalur PMDK maupun SNMPTN 3. 10% lulusan dapat diterima di PTN, baik melalui jalur PMDK maupun SNMPTN 3. 40% lulusan dapat diterima di PTN, baik melalui jalur PMDK maupun SNMPTN 4. 70% peserta didik dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar 4. 80% peserta didik dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar 4. 100% peserta didik dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar 5. 10% peserta didik dapat menerjemahkan Al-Quran dengan baik dan benar 5. 20% peserta didik dapat menerjemahkan Al-Quran dengan baik dan benar 5. 50% peserta didik dapat menerjemahkan Al-Quran dengan baik dan benar 6. Memiliki ekstra kurikuler unggulan (KIR, Olah Raga Prestasi dan Seni Budaya Islam) 6. Ekstra kurikuler unggulan dapat menjuarai tingkat provinsi. 6. Ekstra kurikuler unggulan dapat meraih prestasi tingkat nasional. 7. 10% peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris dan Arab 7. 20% peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris dan Arab 7. 40% peserta didik dapat aktif berbahasa Inggris dan Arab 8. 50% peserta didik dapat mengoperasikan program MS Word dan MS Excell 8. 65% peserta didik dapat mengoperasikan program MS Word dan MS Excell, Power point dan internet 8. 85% peserta didik dapat mengoperasikan program MS Word dan MS Excell, Power point dan internet, web design 9. 2% peserta didik mampu menjuarai LCC, olimpiade sains, matematika dan kejuaraan akademik lainnya tingkat kabupaten. 9. 2% peserta didik mampu menjuarai LCC, olimpiade sains, matematika dan kejuaraan akademik lainnya tingkat provinsi. 9. 2% peserta didik mampu menjuarai LCC, olimpiade sains, matematika dan kejuaraan akademik lainnya tingkat nasional. 10. 50% pendidik telah memiliki sertifikat pendidik 10. 60% pendidik telah memiliki sertifikat pendidik 10. 100% pendidik telah memiliki sertifikat pendidik 11. 25% pendidik mampu menterjemahkan Al-Quran secara benar 11. 50% pendidik mampu menterjemahkan Al-Quran secara benar 11. 100% pendidik mampu menterjemahkan Al-Quran secara benar 12. 25% guru terampil menggunakan IT dalam pembelajaran 12. 50% guru terampil menggunakan IT dalam pembelajaran 12. 100% guru terampil menggunakan IT dalam pembelajaran. Sasaran program tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan strategi pelaksanaan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh warga madrasah sebagai berikut : 1. mengadakan pembinaan terhadap peserta didik, guru dan karyawan secara berkelanjutan; 2. Menambahkan jam pelajaran pada mata pelajaran tertentu yang dianggap tidak mencukupi; 3. Melakukan kerjasama dengan dinas pendidikan dan instansi terkait baik vertical maupun horizontal untuk meningkatkan mutu pendidikan; 4. Mengadakan tadarus menjelang pelajaran dimulai, kegiatan dzuhur berjamaah, peringatan hari besar Islam, memberdayakan kegiatan DKM dari, oleh dan untuk siswa; 5. perbaikan laboratorium bahasa, melengkapi kebutuhan lab komputer, lab IPA, dan lab keterampilan; 6. membentuk kelompok-kelompok belajar, kelompok bahasa Inggris, kelompok mata pelajaran IPA, IPS dan lainnya; 7. menambah buku pegangan guru dan siswa sesuai dengan jumlah siswa; 8. meningkatkan kemampuan pendidikan dalam bidang computer, bahasa Inggris dan bahasa Arab; 9. Mengintensifkan komunikasi dan kerjasama dengan orang tua; 10. Memberdayakan Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) dan Bursa Kerja Khusus; 11. Mengikutsertakan siswa dalam lomba dan pertandingan’kejuaraan akademik dan non-akademik; 12. Mengikutsertakan guru dalam lomba guru berprestasi, lomba karya ilmiah, penelitian tindakan kelas dan sejenisnya; 13. Meningkatkan pengetahuan, sikap mental dan keterampilan guru dan tenaga pendukung melalui workshop, pelatihan, semiloka, diskusi panel, dan kegiatan ilmiah lainnya. BAB II SEJARAH, KEADAAN, DAN POTENSI MADRASAH A. Sejarah Sejarah panjang pendirian Madrasah Aliyah Al-Syarifiyah Bondan tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan suasana keagamaan di wilayah III Cirebon yang dikenal dengan peninggalan wali sanga. Seiring dengan banyak tuntutan dari masyarakat disekitar wilayah desa bondan dan sekitarnya banyak lulusan SMP dan MTs yang tidak melanjutkan pendidikan ditingkat atas, serta jauhnya lembaga pendidikan tingkat atas dari wilayah desa bondan. Atas prakarsa K.H. Akyas beserta keluarga yang mendapat dukungan dari pegawai Kantor Perwakilan Departemen Agama Kabupaten Indramayu, dan masyarakat Desa Bondan Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu Pengadilan Agama) dan KH Mas’as (Kepala Perwakilan Departemen Agama Kab. Indramayu). Pada Tahun 2000 lahir Lembaga Pendidikan Tingkat atas MA Al - Syarifiyah Bondan,. Yang beralamat di Jl. Raya Bondan No. 02 Desa Bondan Blok Wideng Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu. Yang bernaungan di Departemen Agama. Saat ini MA AL-SYARIFIYAH BONDAN memperoleh status akreditasi “C ” dengan Nomor Statistik Madrasah (NSM) 314021808003. B. Lingkungan Madrasah MA AL-SYARIFIYAH BONDAN terletak di Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu tepatnya di Blok Wideng Desa Bondan. Indramayu. Dan menjadi salah satu anggota KMM MAN Indranayu. dengan batas-batas wilayah : • Sebelah utara : ± 1 Km Kecamatan Kertasemaya • Sebelah selatan : ± 1 Km Kabupaten Majalengka • Sebelah timur : ± 1 Km Kabupaten Cirebon • Sebelah barat : ± 1 Km Kecamatan Tukdana Jumlah penduduk Kabupaten Indramayu pada tahun 2000 mencapai 1.558.084 jiwa, dengan rincian sebagai berikut : • Laki-laki : 345.951 jiwa • Perempuan : 231.133 jiwa Visi Kabupaten Indramayu adalah Religius, Maju, Mandiri, Sejahtera yang disingkat dengan ‘INDRAMAYU REMAJA” Sedangkan yang menjadi misinya adalah : 1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai agama dan budaya; 2. Meningkatkan kinerja pemerintah daerah yang mandiri dan bebas KKN; 3. Pemantapan struktur perekonomian masyarakat dan pengembangan potensi daerah; 4. Pemerataan dalam peningkatan sarana dan prasarana wilayah serta prasarana dasar pemukiman; 5. Menngkatkan pendapatan asli daerah; 6. Menciptakan pelestarian lingkungan hidup; dan 7. Meningkatkan ketentraman dan ketertiban. C. Keadaan Madrasah 1. Sarana dan Prasarana a. Tanah dan Halaman Tanah madrasah adalah miliki Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan status hak pinjam pakai. Luas areal seluruhnya m2. Sekitar madrasah dikelilingi oleh pagar. Keadaan Tanah MA AL-SYARIFIYAH BONDAN Status : Tanah Wakaf Pendiri Luas Tanah : 152.44 m2 Luas Bangunan : 288 m2 Lain – Lain : 121 m2 : a. Gedung Madrasah Bangunan madrasah pada umumnya dalam kondisi baik. Jumlah ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar memadai. Keadaan Gedung MA AL-SYARIFIYAH BONDAN Luas Bangunan : 7.700 m2 Ruang Kantor : 1 Baik Ruang Kelas : 4 Baik Ruang Kelas : 2 Rusak Ruang Lab Komputer : 1 Baik Ruang Perpustakaan : 1 Baik Ruang OSIS : 1 Baik Ruang BK : 1 Baik Toilet : 2 Baik 2. Anggaran Madrasah Anggaran madrasah berasal dari dana pemerintah dan dana yang dihimpun dari orang tua peserta didik. Setiap peserta didik dikenai biaya Rp. 45.000,- per bulan. Selain itu ditambah dengan dana-dana DSP tahunan para siswa baru, pemerintah, dan Bantuan Operasional Sekolah Alokasi dana terutama diperuntukan untuk menunjang kegiatan-kegiatan intra-kurikuler, kegiatan ekstra-kurikuler, dan untuk memenuhi kelengkapan sarana belajar peserta didik. D. Personil Madrasah MA AL-SYARIFIYAH BONDAN sebagai madrasah negeri yang mandiri didirikan sudah sejak lama, pimpinan madrasah yang pernah bertugas di MA AL-SYARIFIYAH BONDAN sejak awal berdirinya adalah : NAMA PERIODE TUGAS 1. Mulyani Alwi, BA Tahun 2000 – 2001 2. Drs. Dzikrullah Tahun 2001 - Sekarang Jumlah seluruh personil madrasah sebanyak 22 orang, terdiri atas guru 17 orang, karyawan tata usaha 3 orang, pesuruh 1 orang, dan keamanan 1 orang. Keadaan Personil Madrasah Table 1 No NAMA JABATAN STATUS 1. Drs. Dzikrullah Kepala Madrasah GTT 2. Nuryani, S.Pd Guru Bahasa Indonesia GTT 3. Akhmad Afandi AS, SE Guru Ekonomi GTT 4. M. J. Yudha, S.Pd Guru Matematika/Kimia/Fisika GTT 5. Sufyan Jauhari, S.Pd.I Guru Bahasa Indonesia/Inggris GTT 6. Saefullah, S.H.I Guru Sejarah/SKI GTT 7. Abdul Malik, S.Ip Guru Sosiologi/PKn GTT 8. Hasanudin, S.Pd.I Guru BP/BK/Kaur TU GTT 9. Daspan, S.Pd Guru Penjas Orkes GTT 10. Eka Diniah, S.T Guru Biologi/Geografi GTT 11. Moh. Saefi, S.Pd.I Guru Sosiologi GTT 12. Novi Romawati, S.Pd Guru Pendidikan Seni GTT 13. Abdul Basir, S.Pd Guru Bahasa Inggris GTT 14. Akmad, S.Pd.I Guru Geografi/Sejarah GTT 15. Ali Syarifudin, S.Pd.I Guru Aqidah Akhlak/Al-Qur’an GTT 16. Gus Wahib, S. Pd. I Guru Bahasa Arab/Mulok GTT 17. K. Ahmad Faozi Hariri Guru Bahasa Arab/Fiqih GTT 18 Moh. Arif Al-Anshari, S.Pd.I Guru Tikom GTT 19 Nisfu Laela, A.Ma Bendahara GTT 20 Fathul Azizi Administrasi GTT 21 Abdun AlWafi, A.Ma Kepegawaian GTT 22 Almuntasir Lidinillah Pustakawan GTT Dari sejumlah guru, 100 guru honorer. E. Keadaan Peserta Didik 1. Jumlah Peserta Didik Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2009/2010 seluruhnya berjumlah 148 orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata. Peserta didik di kelas X ada sebanyak 2 rombongan belajar. Peserta didik pada program IPS di kelas XI ada 1 rombongan belajar, sedangkan di kelas XII ada 1 rombongan belajar. Sedangkan pada program IPS di kelas XI ada 1 rombongan belajar dan di kelas XII ada 1 rombongan belajar. Sebaran Peserta Didik Tahun Pelajaran 2009/2010 Kelas Jumlah Jumlah Laki-laki Perempuan X A 17 15 X B 17 14 XI IPS 18 24 XII IPS 17 26 Jumlah 69 79 148 2. Keadaan Tidak Naik Kelas dan Putus Sekolah (Drop-Out) Peserta didik yang tidak naik kelas dan angka putus sekolah peserta didik digambarkan pada tabel berikut : Tahun Pelajaran Kelas Keluar Tidak Naik Putus Sekolah 2006/2007 X 2 - - XI 1 - - XII 1 - - 2007/2008 X - - - XI - - - XII - - - 2008/2009 X - - - XI - - - XII - - - 2009/2010 X - - - XI - - - XII - - - Untuk mengurangi angka putus sekolah peserta didik yang disebabkan karena ketidakmampuan biaya pendidikan, madrasah mengusahakan beberapa beasiswa, sebagaimana digambarkan pada tabel berikut : Asal Bantuan Jumlah Penerima BLT Terusan - Diknas 28 siswa BKM – Departemen Agama - siswa 3. Input dan Output Nilai Ujian Nasional Data output Ujian Nasional 3 tahun terakhir adalah sebagai berikut : No Mata Pelajaran 2006/2007 2007/2008 2008/2009 1. Bahasa Indonesia 6,22 7,27 6,90 2. Bahasa Inggris 8,51 5,60 8,22 3. Matematika 8,28 7,73 8,47 4. Fisika 7,17 8,15 5. Kimia 8,44 8,75 6. Biologi 8,58 7,81 7. Ekonomi 6.32 7,91 7,58 8. Sosiologi 7,25 6,62 9 Geografi 4,91 7,30 F. Orangtua Peserta Didik Sesuai dengan kondisi alam dan letak geografis Kabupaten Indramayu memungkinkan keragaman mata pencaharian penduduk Indramayu, sehingga mempengaruhi keragaman pekerjaan orang tua peserta didik, sebagaimana digambarkan pada tabel berikut : Keadaan Orang tua Peserta didik Table 2 No Pekerjaan Jumlah Persentase 1. Petani 90 20, 11 % 2. PNS/TNI – Polri - 10,76 % 3. Pegawai Swasta 10 12, 18 % 4. Pedagang 10 6,09 % 5. Lainnya 38 50, 85 % Jumlah 148 100 % G. Kerja Sama Madrasah 1. Kerja sama dengan Orang Tua Kerja sama dengan orang tua peserta didik dilaksanakan melalui Komite Madrasah. Sekurang-kurangnya terdapat lima peran orang tua dalam pengembangan madrasah, yaitu sebagai : a. donatur dalam menunjang kegiatan dan sarana madrasah, namun belum berjalan secara optimal mengingat kondisi ekonominya; b. mitra madrasah dalam pembinaan pendidikan; c. mitra dalam membimbing kegiatan peserta didik; d. mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan; dan e. sumber belajar. 2. Kerja sama dengan Alumni Jalinan kerja sama antara madrasah dengan alumninya sudah terbina dengan baik, meskipun dalam skala kecil. Bentuk interaksi antara madrasah dengan alumninya dengan wadah Bursa Kerja Khusus (BKK) yang berupaya menyalurkan kerja bagi lulusan yang belum bekerja atau memberikan informasi lowongan pekerjaan bagi alumni yang tidak melanjutkan pendidikan. 3. Prestasi yang pernah diraih/dicapai Beberapa prestasi yang diraih MA AL-SYARIFIYAH BONDAN dari tahun 2005 s.d 2009 adalah sebagai berikut : No Juara Kejuaraan Tingkat Tahun 01 I CCQ PORSENI se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 02 I Sepak Bola dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 03 I LSQ dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 04 I Tenis Meja Double Pi. dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 05 I Bulu Tangkis Double Pa. dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 06 I Tenis Meja Single Pi. dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 07 I Bulu Tangkis Single Pa. dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 08 I Lomba Puisi Pi dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 09 II Lomba Puisi Pa dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 10 II Pidato Bahasa Indonesia Pa dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 11 II Pidato Bahasa Indonesia Pi dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 12 II MTQ Pi dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 13 II QOSIDAH dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 14 II Tenis Meja Single Pa. dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 15 II Tenis Meja Double Pa. dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 16 II Volley Ball Pa. dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 17 II Volley Ball Pi. dalam rangka Porseni se KKM se KKM MAN INDRAMAYU Kabupaten 2005 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum MA AL-SYARIFIYAH BONDAN memuat kelompok mata pelajaran sebagai berikut : 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; 2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; 3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; 4. kelompok mata pelajaran estetika; 5. kelompok mata pelajaran jasamani, olah raga dan kesehatan. Masing-masing kelompok mata pelajaran tersebut diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran secara menyeluruh. Dengan demikian, cakupan dari masing-masing kelompok itu dapat diwujudkan melalui mata pelajaran yang relevan. Cakupan setiap kelompok mata pelajaran adalah sebagai berikut : CAKUPAN KELOMPOK MATA PELAJARAN NO KELOMPOK MATA PELAJARAN CAKUPAN 1. Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. NO KELOMPOK MATA PELAJARAN CAKUPAN 2. Kewarganegaraan dan kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab social, ketaatan pada hokum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme. 3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada MA dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri. 4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehinggga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. 5. Jasmani, Olahraga dan kesehatan Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan pada MA dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fiisk serta membuadayakan sikap sportif, disiplin kerja sama, dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. Penyusunan struktur kurikulum didasarkan atas standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Madrasah atas persetujuan Komite Madrasah dan mempehatikan keterbatasan sarana belajar serta minat peserta didik, menetapkan pengelolaan kelas sebagai berikut : 1. MA Al-Syarifiyah Bondan menerapkan system paket. Peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai dengan yang telah diprogramkan dalam struktur kurikulum. 2. Jumlah rombongan belajar berjumlah 4 (tujuh) rombongan belajar pada masing-masing tingkatan kelas; 3. Kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik. 4. Kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas : • Program Kelas X (2 rombongan belajar) • Program Kelas XI IPS (1 rombongan belajar) • Program Kelas XII (1 rombongan belajar) a. Struktur Kurikulum Kelas X 1) Kurikulum kelas X terdiri atas : - 20 mata pelajaran, - muatan lokal (otomotif dan tata busana), - program pengembangan diri. 2) Madrasah menambah alokasi waktu untuk mata pelajaran tertentu, seperti Fisika, Kimia, Biologi. 3) Alokasi waktu pembelajaran adalah 45 menit. b. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII (1) Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPA dan IPS, terdiri atas : - 17 mata pelajaran. - muatan lokal (otomotif dan tata busana) - program pengembangan diri. (2) Madrasah menambah alokasi waktu untuk mata pelajaran tertentu, misalnya : Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, dan Aqidah Akhlak. (3) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. STRUKTUR KURIKULUM KELAS X Komponen Alokasi Waktu Semester 1 Semester 2 A. Mata Pelajaran 1. Aqidah Akhlak 2 2 2. Quran Hadits 2 2 3. Fiqih 2 2 4. SKI - - 5. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 6. Bahasa Indonesia 4 4 7. Bahasa Inggris 4 4 8. Bahasa Arab 2 2 9. Matematika 4 4 10. Fisika 3 3 11. Kimia 3 3 12. Biologi 3 3 13. Sejarah 1 1 14. Geografi 2 2 15. Ekonomi 2 2 16. Sosiologi 2 2 17. Seni Budaya 2 2 18. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 2 2 19. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 B. Muatan Lokal (Otomotif dan Tata Busana) 2 2 C. Pengembangan Diri 2*) 2*) Jumlah 46 46 STRUKTUR KURIKULUM KELAS XI dan XII IPA Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 A. Mata Pelajaran 1. Aqidah Akhlak 2 2 - - 2. Quran Hadits 2 2 2 2 3. Fiqih 2 2 2 2 4. SKI - - 2 2 5. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 6. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 7. Bahasa Inggris 4 4 4 4 8. Bahasa Arab 2 2 2 2 9. Matematika 4 4 6 6 10. Fisika 4 4 6 6 11. Kimia 4 4 4 4 12. Biologi 4 4 4 4 13. Sejarah 2 2 2 2 14. Seni Budaya 2 2 2 2 15. Penjas, Orkes 2 2 2 2 16 Tek. Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 B. Mulok : 17. Otomotif 2 2 - - 18. Tata Busana 2 2 - - C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 46 46 46 46 2*) ekuivalen 2 jam pembelajaran STRUKTUR KURIKULUM KELAS XI dan XII IPS Komponen Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 A. Mata Pelajaran 1. Aqidah Akhlak 2 2 - - 2. Quran Hadits 2 2 2 2 3. Fiqih 2 2 2 2 4. SKI - - 2 2 5. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 6. Bahasa Indonesia 4 4 4 4 7. Bahasa Inggris 4 4 4 4 8. Bahasa Arab 2 2 2 2 9. Matematika 4 4 6 6 10. Ekonomi 4 4 6 6 11. Geografi 3 3 4 4 12. Sosiologi 4 4 4 4 13. Sejarah 3 3 2 2 14. Seni Budaya 2 2 2 2 15. Penjas, Orkes 2 2 2 2 16 Tek. Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 B. Mulok : 17. Otomotif 2 2 - - 18. Tata Busana 2 2 - - C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*) Jumlah 46 46 46 46 2*) ekuivalen 2 jam pembelajaran B. Muatan Kurikulum Muatan kurikulum MA AL-SYARIFIYAH BONDAN meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh madrasah serta kegiatan pengembangan diri. 1. Mata Pelajaran Mata pelajaran terdiri atas mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan sebagai berikut : a. Mata Pelajaran wajib : Aqidah Akhlak, Quran Hadits, Fiqih, SKI, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Penjas Orkes, Seni Budaya, dan Teknologi Informasi. b. Mata Pelajaran Pilihan : Terjemah Al-Quran secara cepat (pilihan mata pelajaran ini dimungkinkan jika sumber daya manusia yang memadai untuk melatih para siswa). Pembelajaran setiap mata pelajaran dilaksanakan dalam suasana yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat antara peserta didik dan pendidik. Metode pembelajaran diarahkan berpusat pada peserta didik. Guru sebagai fasilitator mendorong peserta didik agar mampu belajar secara aktif, baik fisik maupun mental. Selain itu dalam pencapaian setiap kompetensi pada masing-masing mata pelajaran diberikan secara kontekstual dengan memperhatikan perkembangan kekinian dari berbagai aspek kehidupan. 2. Muatan Lokal Letak geografis MA Negeri Indramayu yang berada di Kabupaten Indramayu akan banyak memberi warna terhadap proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, program muatan local yang dipilih adalah berkenaan dengan banyaknya sentra batik dan konveksi di lingkungan sekitar sekolah, dan maraknya pengguna kendaraan bermotor. Program muatan lokal disusun bekerja sama antara madrasah dengan bengkel-bengkel dan sentra konveksi dan sentra batik. Program muatan lokal ini wajib diikuti oleh seluruh siswa. Berikut ini adalah standar kompetensi dan kompetensi dasar program Muatan Lokal : Program Muatan Lokal Otomotif Kelas X Semester 1 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 1. Memahami jenis-jenis bahan bakar dan proses kerja motor baker 1.1 Memahami jenis-jenis bahan baker 1.2 Menguraikan proses kerja jenis-jenis motor baker. 1.3 Memahami dasar kerja motor baker Kelas X Semester 2 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 2. Memahami konstruksi motor baker 2.1 Menguraikan fungsi silinder, kepala silinder, ring piston, batang penggerak dan poros engkol. 2.2 Memahami system kopling 2.3 Menjelaskan perangkat kopling Kelas XI Semester 1 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 3. Memahami dasar-dasar mesin 3.1 Menjelaskan asal mula tenaga 3.2 Menjelaskan istilah pada mesin dan siklus mesin. 3.3 Memahami prinsip kerja motor 4 langkah 3.4 Memahami prinsip kerja motor 2 langkah 3.5 Menganalisis perbandingan prinsip kerja motor 4 langkah dengan 2 langkah. Kelas XI Semester 2 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 4. Memahami system bahan bakar 4.1 Memahami fungsi system bahan bakar. 4.2 Menjelaskan komponen dan fungsi 4.3 Memahami cara kerja karburator 4.4 Menguraikan komponen dasar sepeda motor. Program Muatan Lokal Tata Busana Kelas X Semester 1 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 1. Memahami pola kerja mesin jahit 1.1 Memahami bagian atau piranti komponen mesin jahit. 1.2 Menjelaskan pengertian pakaian, fungsi dan kegunaan pakaian dalam kehidupan sehari-hari. Kelas X Semester 2 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 2. Memahami cara pembuatan pola dan cara kerja mesin jahit 2.1 Membuat cara membuat pola dengan kertas sampul. 2.2 Mempraktekkan cara kerja mesin jahit. 2.3 Memahami cara merawat mesin jahit. Kelas XI Semester 1 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 3. Memahami cara pembuatan pola dan cara kerja mesin jahit 3.1 Membuat pola kerah baju. 3.2 Membuat pola lengan baju 3.3 Membuat pola celana 3.4 Menghitung ukuran pola pakaian Kelas XI Semester 2 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 4. Memahami cara-cara pembuatan pola dan kombinasi warna serta pembuatan desain. 4.1 Membuat pola jadi. 4.2 Membuat pola standar 4.3 Membuat kombinasi warna 4.4 Membuat pola yang sesuai dan Pas dengan ukuran baju. 3. Kegiatan Pengembangan Diri Pengembangan diri diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik yang ditujukan untuk mengatasi persoalan dirinya, persoalan masyarakat di lingkungan sekitarnya, dan persoalan kebangsaan. Madrasah memfasilitasi kegiatan pengembangan diri sebagai berikut : a. Pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian besar di luar kelas (ekstra-kurikuler) diasuh oleh guru pembina. Pelaksanaannya secara reguler setiap hari Jum’at sore, yaitu : • Olah raga prestasi, volley ball, sepak bola, basket dan lain-lain. • Pramuka • Palang Merah Remaja (PMR) • Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) • Terjemah Al-Qur’an • Marawis • Kaligrafi • Klub Bahasa Inggris • Paskibra • Keputrian b. Program pembiasaan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter peserta didik yang dilakukan secara rutin, spontan, dan keteladanan. RUTIN SPONTAN KETELADANAN Upacara Membiasakan antri Berpakaian rapi Sholat Berjamaah Memberi salam Memberikan pujian Kunjungan Pustaka Musyawarah Tepat waktu Membuang sampah pada tempatnya Hidup sederhana Menabung Berbuat jujur Pembiasaan ini dilaksanakan sepanjang waktu belajar di madrasah/sekolah. Seluruh guru ditugaskan untuk membina program pembiasaan yang telah ditetapkan oleh madrasah Penilaian kegiatan pengembangan diri bersifat kualitatif. Potensi, ekspresi, perilaku dan kondisi psikologis peserta didik merupakan portofolio yang digunakan untuk penilaian. 4. Pendidikan Kecakapan Hidup Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh madrasah merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Dengan demikian materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari yang diemban oleh mata pelajaran yang bersangkutan. 5. Beban Belajar Madrasah menetapkan beban belajar peserta didik sebagai berikut : a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terukur 30% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. c. Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktik di madrasah atau empat jam praktik di luar madrasah. Beban Belajar Peserta Didik Kelas Satu jam tatap muka (menit) Jumlah jam pembelajaran per minggu Minggu Efektif per tahun ajaran Waktu pembelajaran per tahun Jumlah jam per tahun @60 menit X s.d XII 45 46 34 1564 jam pelajaran (70.380 menit) 1173 jam 6. Ketuntasan Belajar Berdasarkan pedoman dari Direktorat Mapenda Departemen Agama dan memperhatikan kemampuan peserta didik, madrasah menetapkan ketuntasan belajar pada masing-masing mata pelajaran sebagai berikut : No Mata Pelajaran Kls Kelas XI Kelas XII X IPA IPS IPA IPS 1. Qur’an Hadits 65 60 60 60 60 2. Fiqih 65 65 65 65 65 3. Aqidah Akhkak 65 70 70 4. SKI 65 65 5. Bahasa Arab 60 60 60 65 60 6. Pendidikan Kewarganegaraan 65 60 60 65 65 7. Bahasa Indonesia 60 60 60 60 60 8. Bahasa Inggris 60 60 60 60 60 9. Matematika 60 63 60 62 60 10. Fisika 62 62 63 11. Kimia 60 62 60 12. Biologi 60 63 65 13. Sejarah 64 64 64 64 64 14. Geografi 65 65 65 15. Ekonomi 65 65 60 16. Sosiologi 65 65 60 17. Seni Budaya 70 75 75 75 75 18. Penjas, Orkes 70 70 70 70 70 19. TIK 65 65 65 65 65 20. Tata Busana 65 65 65 21. Otomotif 60 60 60 7. Penjurusan a. Sesuai dengan kesepakatan madrasah dengan Komite Madrasah serta dengan memperhatikan keadaan sarana dan prasarana yang tersedia di madrasah, maka madrasah menetapkan hanya ada dua jurusan yang diprogramkan, yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial, adapun untuk jurusan Keagamaan masih dalam rintisan. b. Waktu penjurusan 1). Penentuan penjurusan program studi IPA, IPS, dan Keagamaan dilakukan akhir semester 2 Kelas X. 2). Pelaksanaan penjurusan di semester 1 Kelas XI c. Kriteria penjurusan : 1). Peserta didik yang bersangkutan naik ke kelas XI; 2). Peserta didik dinyatakan masuk Jurusan IPA, apabila yang bersangkutan berminat dan nilai mata pelajaran yang menjadi cirri khas jurusan IPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) mencapai kategori tuntas. 3). Peserta didik dinyatakan masuk jurusan IPS, apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan IPS dan nilai mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan IPS (ekonomi, sosiologi, geografi) mencapai kategori tuntas. 4) Bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke semua program, diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila ia tidak cocok pada program semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. Madrasah harus memfasilitasi agar peserta didik dapat mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru. 8. Kenaikan Kelas dan Kelulusan Kenaikan kelas dan kelulusan diatur oleh madrasah dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Agama. a. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada akhir semester 2. b. Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan pada semester 2. c. Peserta didik dinyatakan naik ke Kelas XI, apabila yang bersangkutan memiliki : • Mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar minimal/Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksmum 3 (tiga) mata pelajaran. • Kehadiran minimal 90%. d. Peserta didik dinyatakan naik ke Kelas XII, apabila yang bersangkutan memiliki : • Mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar minimal /Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maksimum 3 (tiga) mata pelajaran. • Untuk jurusan IPA semua mata pelajaran yang menjadi cirri khas jurusan IPA (matematika, fisika, kimia, biologi) mencapai KKM yang telah ditetapkan. • Untuk jurusan IPS, semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas IPS (ekonomi, geografi, sejarah, dan sosiologi) mencapai KKM yang telah ditetapkan. • Kehadiran peserta didik minimal 90%. e. Peserta didik dinyatakan lulus madrasah apabila yang bersangkutan memenuhi ketentuan yang ditentukan sebagai berikut : • memiliki rapor kelas X, XI, dan XII. • Mengikuti ujian praktek dan teori • Memiliki nilai minimal 4,26 untuk setiap mata pelajaran. • Nilai rata-rata Ujian Nasional dan Ujian Madrasah 5,50. 9. Mutasi/Siswa Pindahan : 1. Madrasah memfasilitasi adanya peserta didik yang pindah madrasah : a. Antar madrasah pelaksana KTSP; b. Antara Madrasah pelaksana Kurikulum 1994, Kurikulum 2004 dengan Madrasah pelaksana KTSP. 2. Kemajiban madrasah dalam menangani siswa mutasi dari luar madrasah adalah : a. Menyesuaikan bentuk laporan hasil belajar (LHB) dari Madrasah asal sesuai dengan bentuk raport yang digunakan di madrasah tujuan. b. Melakukan kajian tentang perilaku dan nilai raport dari madrasah asal; c. Menerima atau menolak siswa pindahan BAB IV KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh madrasah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik madrasah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah. Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran adalah sebagai berikut : A. Permulaan Tahun Pelajaran Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu ketiga bulan Juli, atau apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pelajaran dimulai pada hari berikutnya yang bukan hari libur. Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 3 (tiga) hari dengan pengaturan sebagai berikut : - Kelas X melaksanakan Masa Orientasi Sekolah (MOS) - Kelas XI melaksanakan Tes Awal. - Kelas XII melakukan Tes Awal. B. Waktu Belajar Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu)/ganjil dan semester 2 (dua) genap. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam) hari, yaitu : HARI WAKTU BELAJAR Senin 07.00 – 13.50 Selasa 07.00 – 14.00 Rabu 07.00 – 14.00 Kamis 07.00 – 14.00 Jum’at 07.00 – 11.30 Sabtu 07.00 – 14.00 Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan madrasah, waktu pembelajaran efektif belajar ditetapkan sebanyak 34 minggu untuk setiap tahun pelajaran. C. Kegiatan Tengah Semester Kegiatan tengah semester direncanakan selama 1 (satu) minggu. Kegiatan tengah semester diisi dengan Ulangan Tengah Semester (UTS) untuk seluruh mata pelajaran. Akan tetapi hanya mencakup aspek kognitif. D. Libur Sekolah/Madrasah Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh madrasah, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, Kanwil Departemen Agama, dan Kandepag Kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses pembelajaran di madrasah. Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan berikut ini : • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. • Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam hal penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan. Madrasah menetapkan kebijakan hari libur sebagai berikut ini : • Libur awal puasa : 20 – 22 Agustus 2009 • Libur Semester 1 : 27 Desember 2009 - 10 Januari 2010 • Libur Semester 2 : 27 Juni – 11 Juli 2010 Hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat antara lain : • Tahun Baru • Idul Adha • Tahun Baru Imlek • Tahun Baru Hijriyah • Hari Raya Nyepi • Maulid Nabi Muhammad SAW • Wafat Isa Al-Masih • Hari Kemerdekaan RI • Isra Mi’taj Nabi Muhammad SAW • Idul Fitri dan Cuti Bersama • Hari Raya Natal E. Jadwal Kegiatan Rencana Kegiatan Madrasah tahun pelajaran 2009/2010 adalah sebagaimana tertera pada tabel berikut ini : JADWAL KEGIATAN TAHUN 2009/2010 No JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN KETERANGAN 1. Rapat Persiapan PSB 2. Penerimaan Peserta Didik Baru 7 – 12 Juli 2009 3. Rapat Persiapan KBM Semester I 18 Juli 2009 4. Hari pertama tahun pelajaran 2009/2010 13 Juli 2009 5. Masa Orientasi Peserta Didik Kelas X 13-15 Juli 2009 6. Rapat Koordinasi TU Setiap hari Senin Minggu Kedua 1 x 1 bulan 7. Rapat Koordinasi Wali Kelas Setiap hari Selasa Minggu Kedua 1 x 1 bulan 8. Rapat Koordinasi Pembina OSIS Setiap hari Rabu Minggu Ketiga 1 x 1 bulan 9. Rapat Koordinasi Staf dan Wakil Setiap hari Kamis Minggu Ketiga 1 x 1 bulan 10. Bintek Wali Kelas 6 Agustus 2009 11 Rapat Pleno Komite (OT Peserta didik) 7 Agustus 2009 12 Peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2009 13 Libur Awal Puasa 20 – 22 Agustus 09 14 Ulangan Mid Semester Ganjil 7 – 16 September 2009 15 Forum Kajian Ilmiah Guru 22 Nopember 2009 16. Ulangan Umum Akhir Semester Ganjil 14-22 Desember 2009 17. Pembagian LHB 26 Desember 2009 18. Libur Semester I 27 Desember 2009 – 10 Januari 2010 19. Hari Pertama Semester II 11 Januari 2010 20. Pemantapan Materi UN 12 Januari – 17 Maret 2010 21. Ulangan Tengah Semester Genap 13 – 20 Maret 2010 22. Ujian Nasional 22 – 26 Maret 2010 23. Ujian Madrasah 17 – 22 Mei 2010 Perkiraan 24. Ulangan Kenaikan Kelas 7 – 16 Juni 2010 25. Pembagian LHB 26 Juni 2010 26. Libur Semester II 27 Juni – 11 Juni 2010 BAB V REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Revisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Untuk menjaga reliabilitas dan validitas kurikulum yang dipakai perlu adanya aturan tentang revisi dan atau perubahan serta pengembangan kurikulum secara terarah. Adapun aturan-aturan perubahan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini bisa direvisi dan diubah apabila ada perubahan kebijakan pemerintah dalam kurikulum pendidikan menengah. 2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini hanya bisa direvisi dan diubah demi mempertimbangkan diktum a, pada rapat kerja madrasah. 3. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan direvisi dan diubah dengan mempertimbangkan masukan dari tim penyusun KTSP yang dibentuk madrasah dengan melibatkan semua elemen yang dibutuhkan. 4. Selain pada diktum c, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini bisa direvisi dan diubah apabila pelaku pendidikan yang ada dalam madrasah ingin mengubah visi, misi, dan tujuan pendirian madrasah. 5. Perubahan pada diktum d, hanya bisa dilakukan dengan rapat kerja madrasah yang dihadiri dan melibatkan Komite Madrasah. 6. Apabila tidak ada perubahan Kurikulum pendidikan menengah secara nasional oleh pemerintah, maka Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini setidak-tidaknya direvisi dan diubah, serta dikaji pada setiap awal tahun pelajaran baru. B. Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan 1. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dimaksudkan untuk selalu mengikuti perkembangan teori pendidikan dan perkembangan zaman. 2. Pada setiap guru mata pelajaran yang ada di madrasah, demi perkembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan diharuskan membuat perangkat pembelajaran secara terpadu pada setiap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. 3. Perubahan perangkat pembelajaran yang ada pada setiap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawab setiap guru mata pelajaran setidak-tidaknya dikembangkan pada setiap semester. 4. Perangkat pembelajaran yang ada, khususnya pengembangan silabus dan sistem penilaian harus selalu berkembang mengikuti teori-teori pembelajaran baru yang berkembang didunia pendidikan Indonesia. 5. Sistem penilaian yang ada dalam perangkat pembelajaran harus selalu disesuaikan ketuntasan belajar yang ada pada madrasahtersebut. BAB VI PENUTUP A. Silabus dan RPP Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Silabus untuk setiap mata pelajaran dikembangkan oleh guru-guru Madrasah Aliyah melalui Wokshop penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah yang berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Selain itu juga memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Pada prinsipnya silabus untuk setiap mata pelajaran adalah sebagai berikut : 1. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. 2. Relevan Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, social, emosional, dan spiritual peserta didik. 3. Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. 4. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indicator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan system penilaian. 5. Memadai Cakupan indicator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan system penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. 6. Aktual dan Kontekstual Cakupan indicator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan system penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. 7. Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 8. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor). B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar (PP Nomor 19 tahun 2005 pasal 20). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup RPP paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indicator atau beberapa indicator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. BEBERAPA PENGERTIAN /ISTILAH Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan proses pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Penugasan Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik. Kalender Pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu Efektif Belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran. Waktu Pembelajaran Efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan local, ditambah jumlah jam untuk pengembangan diri. Waktu Libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KTSP MA Al Syarifiyah Bondan"

Post a Comment