Makalah Ibadah Khusyu menurut Al Qur`an

IBADAH KHUSYU MENURUT AL QUR`AN Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur dalam matqa kuliah Tafsir 1 Disusun oleh : ALMUNTASIR LIDINILLAH NURLAELI PROGRAM S1 SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) “AL-AMIN “ KANDANGHAUR INDRAMAYU 2010 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan kepada penyusun sehingga penulisan makalah yang berjudul Ibadah Khusyu Menurut Al-Qur’an, ini dapat diselsaikan tanpa hambatan yang berarti dan sesuai target yang di rencanakan. Shalawat serta Salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw, keluarganya,sahabatnya, kerabatnya serta para pengikutnya. Berkat hidayah Allah SWT, ahirnya pembuatan makalah ini dapat terlaksana, penyusun mengucapkan banyak terimakasih kepada : 1.Nasihin Selaku dosen mata kuliah Tafsir 1 di STIT Al-Amin Kandanghaur indramayu 2.Drs. Dzikrullah, M.pd.I selku 3.Semua pihak yang sudah membantu dan tidak dapat di sebutkan satu persatu. Penyusun menyadari bahwa dalam proses penyelesaian makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karenanya, teguran dan kritikan yang konstuktifsangat kami harapkan demi kesempurnaan pembuatan makalah berikutnya. Akhirnya kepada Allah-lah segala sesuatu kembali dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, tuafiq serta hidayah-Nya kepada kita semua Amin ya Robbal A’lamin.... ! Daftar isi Kata pengantar ……………………………...……………………………! Daftar isi ……………………………………………………………!! BAB IPENDAHULUAN …………………………………………….1 1.1Latar belakang……………………………………………………….1 BAB II PEMBAHASAN………………………………………………... 2 2.1 Khusyu Menurut Al-Qur’an………………………………………...2 2.1.1 Pengertian Khusyu……………………………………………...3 2.1.2 Syarat Syarat Khusyu…………………………………………..4 2.1.3 Cara meningkatkan Khusyu........................................................4 2.1.4 Imbalan / pahala Khusyu ............................................................5 BAB III PENUTUP....................................................................................6 3.1 Kesimpulan.....................................................................................6 Daftar pustaka............................................................................................7 !! BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dewasa ini kebanyakan orang-orang di sekitar kita dalam menjalankan ibadah seperti halnya shalt, itu hanya sebatas menggugurkan kewajiban atau hanya sekedar menjalankan Ibadah shalat tanpa kita sadari,tanpa kita tau apakah shalat atau ibadah yang kita jalankan itu sudah mencapai taraf khusyu atau belum,dan kebanyakan di antarakita juga belum tau betul apa yang di maksud khuayu, serta apa saja yang harus di lakukan agar shalat kita mencapai kekhusyuan Tidak dapat di pungkiri bahwa kita menjalankan ibadah dalam hidup ini tidak lain untuk mencari pahala atau imbalan dara Tuhan, dan khusyu merupakan suatu ibadah yang sangat besar manfaatnya Di dalam Al-Qur’an juga di jelaskan bahwa Orang-Orang yang khusyu akan mendsptkan pahala yang besar, akan tetapi untuk mencapai khusyu ada beberapa hal yang harus di lakukan secara ber kesinambungan 1 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengrtian Khusyu Di dalam Al-Qur’an di jelaskan ada bermacam-macam pengertian khusyu yang intinya tetap mengacu kepada”MerendahkanDiri” ber parysinyi pengertian khusyu dalam Al-Qur’an ini menunjukan bahwa sifat khusyu tidak hanya berlaku dalam satu konteks ibadah saja seprti shalat akan tetapi bias meluas ke berbagai aspek baik yang berhubungan dengan ibadah maupun non ibadah. Dalam QS.Thaha:108 Artinya: “Pada hari itu manusia mengikuti penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.” Berdasarkan ayat di atas disebutkan bahwa khusyu ialah merendahkan suara kepada Tuhan yang Maha Pemurah.Namun pada QS.AsSyura:45 dijelaskan bahwa arti “khusyu” ialah tundukkarena merasa hina.Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Orang-Orang kafir yang digiring kedalam neraka akan tertunduk karena merasa terhina sementara pandangan mereka penuh dengan kelesuan. Khusyu’ dalam arti tunduk karena merasa terhina dapat di jumpai pada ayat yang lain.selain tunduk karena merasa malu maka terdapat juga dalam ayat yang lain ya’itu tunduknya hati karena mengingat Tuhan dan kebenaran yang di turunkn-Nya seperti dalam QS.Al-Hadid:16.begitu jiga tunduk di sebabkan takut kepada Allah sebagaimana dalam QS.Al Hasyer 21 “ Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” 2 Berdasarkan ayat di atas tentang makna khusyu maka dapat di tarik kesimpulan bahwa makna khusyu terbagi menjadi dia ya’itu yang bersifat laghiriyah dan batiniyah. Dalam kontek lahiriyah dapat di lihat melalui pandangan mata seperti gersangnya bumi dan lesunya wajah orang – orang kafir sementara yang bersifat batiniyah yaitu tidak dapat di jangkau melalui indra karena arti khusyu’ dalam konteks ini berhubungan dengan masalah hati yang tunduk ketika mengingat tuhan, dengan demikian pengertian khusyu ialah rendahnya hati kepada tuhan dan baiknya tindakan serta perilaku kepada sesama makhluk 2.1.2 Syarat –Syarat Khusyu Adapun syarat untuk berlaku khusyu’ sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah : 45-46 adalah adanya suatu keyakinan akan menemui Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. Adanya keyakinan akan berjumpa dengan Tuhan untuk mempertanggung jawabkan seseorang untuk berlaku khusyu’ karena yang terjalin di benaknya ialah adanya kekhawatiran ketika menghadap Dzat Yang Mahakuasa ini. Dengan demikian segala aktifitasnya di dunia selalu dilandasi atas keridhaan Tuhan dan dalam situasi yang seperti inilah berlaku kekhusyukan baginya. Selain berjumpa dengan Tuhan yang meyakini bahwa suatu saat pasti akan kembali kepada-Nya Selanjutnya syarat untuk menggapai khusyu’ ialah bersegera mengerjakan kebaikan sebagaimana di jelaskan melalui QS. Al-Anbiya' : 90. ”Maka Kami memperkenankan do'anya, dan Kami anugerahkan kepada nya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas . Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.” Berdasarkan ayat di atas dapat diketahui bahwa untuk mendapatkan nilai khusyu’ maka seseorang harus memenuhi kriteria-kriteria sebagaimana yang digambarkan oleh ayat-ayat di atas. Oleh karena itu khusyu’ tidak akan datang dengan sendiri kecuali setelah seseorang dapat memenuhi persyaratan dengan baik sebagaimana yang telah diungkapkan dan sangat tipis harapan bila predikat khusyu’ akan didapat bila hanya sekadar berbekal do’a. 3 2.1.Cara Meningkatkan Khusyu Maka langkah berikutnya ialah meningkatkan kualitas khusyu’ yang sudah dilaksanakan Dengan secara berfluktuasi, adakalanya menurun dan adakalanya bisa naik dan bahkan bisa pupus sama sekali. Maka upaya-upaya yang harus dilakukan untuk menambah nilai kekhusyukan ini tetap saja mengacu kepada informasi Al-Qur’an. Sebagaimana dalam QS. Al-Isra’ : 107-110 digambarkan upaya-upaya yang harus ditempuh oleh seseorang guna meningkatkan kualitas khusyu’ yang sudah diperolehnya. Termasuk ke dalam upaya meningkatkan kualitas khusyu’ ini ialah beriman kepada Al-Qur’an dan membacanya sambil menyungkur dan bersujud serta memuji Tuhan dengan penuh linangan air mata dan meminta kepada-Nya melalui nama-nama-Nya yang baik. Redaksi ini tidak bisa dipahami secara harafiah dimana semua orang bisa saja melakukan hal yang seperti ini akan tetapi berat dugaan bahwa yang dimaksud dengannya ialah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk dalam segala lini kehidupan. Bagi orang-orang yang sudah mampu meraih kekhusyukan khususnya dalam shalat dapat dipastikan akan meraih kemenangan sebagaimana yang disebuntukan dalam QS. Al-Mukminun : 1-2. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,” Kemenangan ini tidak hanya sebatas urusan ukhrawi saja akan tetapi berlaku bagi segala bentuk kemenangan di dunia karena orang-orang yang khusyu’ senantiasa bersikap rendah diri. Sikap rendah diri inilah yang mengantarkannya untuk disenangi oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. 4 2.1.4 Imbalan Khusyu Selanjutnya ditegaskan pula bahwa orang-orang yang khusyu’ akan mendapat imbalan dari Tuhan berupa ampunan dan pahala yang besar sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Ahzab : 35. “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu'min , laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta'atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. Dengan demikian dapat diasumsikan bahwa orang-orang yang khusyu’ akan mendapat tempat yang baik di dunia maupun di akhirat. Justru itu tidak ada pilihan lain guna meningkatkan harkat dan martabat kita kecuali menghiasi diri kita dengan sifat khusyu’. Berdasarkan informasi ayat-ayat Al-Qur’an di atas maka dapat dipahami bahwa khusyu' adalah anugerah Tuhan yang didapati perjuangan panjang dengan menempuh seperangkat persyaratan-persyaratan sebagaimana yang telah digambarkan oleh Al-Qur’an dan sama sekali tidak akan datang dengan sendirinya kecuali setelah manusia berupaya untuk menggapainya. 5 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdaskan apa yang telah di uraikan di atas maka dapat ditarik kesimuplan bahwa - khusyu mempunyai beberapa pengertian namun intinya sama yakni ”Merendahkan Diri di hadapan Tuhan” - Banyaknya pengertian khusyu dalamAl-Qur’an hal ini menunjukan bahwa khusyu tidak hanya berlaku pada konteks ibadah saja namun juga ke non ibadah - Salah satu syarat untuk mencapai khusyu adalah adanya keyakinan akan menemui Tuhan dan akan kembali kepada-Nya, serta bersegeralah mengerjakan kebaikan - Khusyu di bagi menjadi dua macam yaitu lahiriyah dan batiniyah - Orang yang khusyu sudah di astikan akan mendpat kemenangan di dunia dan di aherat srta pahala yang besar 6 DAFTAR PUSTAKA -Qua’an dan terjemah, CV Toha Putra Semarang 1989

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Makalah Ibadah Khusyu menurut Al Qur`an"

Post a Comment