pendidikan berbasis kompetensi

PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Pelajaran Pengembangan Kurikulum Disusun Oleh : Kelompok 2.D Nurlaeli Almuntasir Lidinillah Sobiin Warjaya SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIAH ( STIT ) AL-AMIN KANDANGHAUR – INDRAMAYU KAMPUS II BONDAN 2010 PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI ( PBK ) Pendidikan Berbasis Kompetensi ( PBK ) dalam bahasa inggrisnya disebut “ Competence Based Education ( CBE ) ”, bias juga disebut Pendidikan dan Latihan Berbasis Kompetensi ( PLBK ) atau Competence based Education and Training ( CBET ). Model pendidikan ini disiapkan untuk mendidik atau lebih tepatnya melatih pegawai atau calon pegawai dalam bidang kejujuran dan vokasi tertentu, seperti bidang teknik, produksi, perawatan, keguruan , dll. Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi ( PLBK ) berkembang di Amerika serikat pada tahun 1960-an. Pendidikan ini pada awalnya dikembangkan dalam pendidikan Guru, tetapi kemudian digunakan dan dikembangkan dalam bidang – bidang lain terutama bidang bisnis, produksi, pelayanan dan teknologi. 1. Konsep Kompetensi Secara Lunas Pembahasan tentang kompetensi atau pendidikan berbasis kompetensi sering kali terkait dengan dunia kerja, tetapi konsep – konsep ini mempunyai makna yang lebih luas dalam mencakup semua kecakapan, kebiasaan, keterampilan yang di perlukan seseorang dalam kehidupannya, baik pribadi, warga masyarakat, siswa dan karyawan ( termasuk di dalamnya pimpinan ). Dalam arti umum kompetensi mempunyai makna yang hamper sama dengan keterampilan hidup atau “ life skil ” kecakapan dan keterampilan – keterampilan tersebut tidak sekedar aspek fisik biologis sajatetapi juga aspek – aspek intelektual, social dan afektif ( perasaan, sikap, nilai ). Kompetensi atau keterampilan hidup dinyatakan dalam kecakapan, kebiasaan, keterampilan, kegiatan, perbuatan atau performasi yang dapat diamati malah dapat diukur. Performasi merupakan unsure yang nampak atau “ overt ” tetapi dari unsure – unsure tersebut juga ada yang tidak nampak “ covert ”. Kompetensi minimal dapat dibedakan lima macam kompetensu yaitu : a. Kompetensi Dasar b. kompetensi Umum c. kompetensi Akademik d. kompetensi Vokasional dan e. kompetensi Profesional 2. Penerapan dan Perkembangan Pendidikan Berbasis Kompetensi Walaupun konsep dan penerapan pendidikan berbasis kompetensi itu bias cukup luas, tetapi lebih banyak di terapkan dalam bidang pendidikan vokasional dan pelatihan – pelatihan. Eslain Amerika dan Inggris, Australia juga termasuk Negara yang banyak menerapkan konsep pendidikan berbasis kompetensi, lembaga dan asosiasi di Australia “ national Skill Share Assocation ”. Performansi kompetensi juga masih dipengaruhi oleh kondisi yang berbeda, kondisi lingkungan, tingkat kemajuan, budaya, dll. Dalam perumusan suatu kompetensi harus mencakup tiga unsure yaitu : ( 1 ) Kecakapan kerja yang akan diperhatikan oleh seseorang yang bias disebut performasi. ( 2 ) setandar penguasaan performansi apakah menunjukan kualitas, kuantitas, tingkat kegagalan, dll. ( 3 ) kondisi dimana performansi akan dilakukan seperti lingkungan, pengembangan, peralatan, dll. Model program pendidikan dan pelatihan ini memiliki beberapa karakteristik, seperti : kompetensi ( prilaku yang harus dikuasai siswa yang sangat spesipik ), pengajar harus menggunakan modul, evaluasi dan pemberian umpan balik, pembelajaran yang lebih karakteristik pada siswa ( personalization ) dan pembelajaran dilapangan ( Swanchek and Campbell, 1981 ), menurut Campbell agar para siswa belajar secara moptimal diperlukan guru yang memiliki kompetensi dalam pembelajaran. 3. criteria Pengembangan pendidikan berbasis Kompetensi Di Amerika Serikat model PLBK dikembangkan dengan bantuan dana dari kantor pendidikan Amerika Serikat yang disalurkan melalui national Consortium of competency based education ( NCCBE ). NCCBE mengembangkan criteria bagi penyusunan dan pengukuran program pendidikan berbasis kompetensi . a. Spesifikasi Kompetensi 1. kompetensi didasarkan atas hasil analisis dari peran – peran professional atau rumusan teoritis. 2. Rumusan kompetensi menggambarkan hasil yang diharapkan dari porfomasi professional. 3. Rumusan kompetensi mempermudah pengukuran dengan menggunakan acuan patokan ( PAP ). 4. kompetensi di susun secara spesifik, sesuai dengan cara yang lazim digunakan dalam pembelajaran. b. Pengelolaan 1. Cara – cara pengelolaan pembelajaran, dirumuskan secara jelas dan menyeluruh, struktur, isi, pelaksanaan dan sumber disesuaikan sesuai dengan tujuan, isi, dan program. 2. fungsi – fungsi pengelolaan c. karakteristik Pelaksanaan 1. Belajar secara individual 2. Umpan balik bagi peserta. 3. Lebih mengutamakan keluar daripada masuk. 4. Program tersusun sistematika. 5. pembelajaran menggunakan 6. Akuntabilitas siswa dan program pembelajaran d. Kritik terhadap PLBK terhadap pengunaan model PLKB dalam pendidikan dan pelatihan ada beberapa kritik. Dapat disederhanakan menjadi dua hal : 1. Konsep dan definisi kompetensi tidak lengkap 2. Sedikit sekali hasil riset yang menyatakan bahwa PLKB lebih baik dari modul pendidikan dan latihan yang lain. e. Model – model Kompetensi secara garis besar dibedakan dua model kompetensi : 1. Model masuka atau “ input model ” model input merupakan kompetensi berdasarkan atribut atau kemampuan yang dimiliki individu peserta didik ( pengetahuan, keterampilan sikap ) 2. Model output ( outcome model ) Model output merumuskan kompetensi berdasarkan aspek – aspek peranan dalam pekerjaan. Di Inggris ( UK = United Kingdom ) minimal dikenal empat model kompetensi berdasarkan iniput, dan dua model kompetensi berdasarkan output. 4. Langkah – langkah Penyuunan Rumusan Kompetensi Ada perbedaan komponen dan unsure – unsure dalam setiap tahapan perumusan kompetensi antara model berdasarkan input dengan output. Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Gambar. 2.3 DIikembangkan dari Dirumuskan dalam terdiri atas terdiri atas Berdasar dari focus dalam Berdasar dari fokus dalam kegiatan dan kebutuhan kemampuan mendatang Pandangan kompetensi Pandangan kompetensi yang sama yang sama Yang mendukung tujuan Yang mendukung tujuan Strategi organisasi strategi ekonomi kompetitif Perbandingan penyusunan kompetensi model isi dan standar ( diadaptasi dari bab Mansifiled dalam John W. burke : 1995 ) Standar merupakan cara dimana model kompetensi ditegaskan dalam hubungan dengan peran dalam pekerjaan saat ini. Standar di jabarkan secara eksplisit ataupun implicit. Penjabaran eksplisit karena mengikuti langkah yang jelas dengan rumusan yang konkrit. Implicit penjabarannya menyangkut hal – hal yang tidak selalu dirumuskan secara konkrit dan oprasional. kStandar dikembangkan dari kompetensi dan standar tersebut menjadi acuan dalam penyusunan rancangan pengukuran dan pembelajaran. Hubungan antara kompetensi dengan standar sangat dekat. Secara umum, standar berkenaan dengan kemampuan melakukan : a. mengikuti prosedur kerja b. segi ketelitian c. Ketelitian atau ketepatan dalam menyusun prosedur d. sepeesifikasi kualitas 5. Hubungan Antara Kompetensi dengan Pengetahuan Kompetensi merupakan suatu konstruk, yang terdiri atas sejumlah prilaku peran, tugas, okuvasi dalam suatu vokasi atau propesi. Hubungan antara pengetahuan dan pemahaman dengan kompetensi, dapat dilihat dari beberapa hal : 1. Pengetahuan dan pemahaman tidak terpisah dari performansi 2. Pengetahuan dan pemahaman adalah konstruk yang ditarik dan dari perbuatan yang dapat diamati 3. Pengetahuan dan pemahaman seringkali diperoleh dengan baik melalui penggunaannya 4. Pengetahuan sangat kontektual 6. Beberapa Anggapan yang Salah tentang PLBK Ada beberapa anggapan yang salah tentang pendidikan dan latihan berbasis kompetensi. 1. PLBK menggunakan waktu secara kaku ( fixed ) itu tidak benar. 2. PLBK hanya cocok untuk peserta diklat yang pandai dan berpengalaman itu juga tidak benar. 3. Dalam PLBK banyak peserta yang putus sekolaha atau dikeluarkan, ini juga tidak benar. 4. PLBK menghambat kreatifitas, hal ini tidak benar 5. PLBK bersifat mekanistik, kurang manusiawi, banyak peserta tidak menyukai, tidak benar. 6. PLBK hanya cocok untuk latihan tertentu, tidak benar. 7. Dalam PLBK harus melewati beberapa uji formal, tidak benar. Sanggahan – sanggahan terdapat sanggahan tersebut benar, apabila program PLBK telah dirancang dan dilaksanakan sesuai dengan prinsip – prinsip PLBK, pendidikan dan pelatihan telah disusun dalam bentuk program pembelajaran. Bila tidak demikian, maka anggapan – anggapan umum tersebut yang bias saja menjadi benar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "pendidikan berbasis kompetensi"

Post a Comment