sejarah candi borobudur

LAPORAN AKHIR KEGIATAN SETUDY TOUR KELAS XI MADRASAH ALIYAH ( MA ) AL SYARIFIYAH BONDAN TAHUN AKADEMIK 2009 / 2010 MENELUSURI TEMPAT BERSEJARAH DAN WISATA KOTA MAGELANG DISUSUN OLEH KELOMPOK III NAMA 1. NUR ASIYANI : 2. ITA YUNITA : 3. NISWATUNNAELI : 4. AKHMAD YASIR : 5. WAWAN GUNAWAN : MADRASAH ALIYAH ( MA ) AL SYARIFIYAH WIDENG – BONDAN SUKAGUMIWANG – INDRAMAYU JAWA BARAT 2009 / 2010 LEMBAR PENGESAHAN Laporan akhir siswa peserta studi tour kelas XI ini diajukan sebagai syarat untuk mengikuti UAN. Dengan ini kami menyatakan bahwa laporan ini telah disahkan pada : HARI : TANGGAL : JAM : TEMPAT : Bondan, ....................... 2010 Ketua kelompok Pembimbing NUR ASIYANI DASPAN, S.Pd Mengetahui, Kepala Madrasah Aliyah ( MA ) Al Syarifiyah Bondan Drs. DYIKRULLAH MOTO Aku harus mengukir sejarah KATA PENGANTAR Bismillahirrohmannirrohim Assalamuàlaikum Wr. Wb Alhamdulillah, segala puji hanya diserahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan segala rakhmat dan hidayahnya kepada kita sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan akhir kegiatan study tour ini. Laporan akhir kegiatan study tour ini kami susun untuk memenuhi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi Siswa / I kelas XII MA Al Syarifiyah Bondan guna mengikuti Ujian Akhir Nasional ( UAN ). Dan merupakan bukti kesungguhan dan tanggung jawab siswa / I kelas XII Ma Al syarifiyah Bondan setelah mengikuti kegiatan study Tour di situs bersejarah Candi Borobudur dan Objek Wisata Taman Kiyai Langgeng. Yang disajikan dalam bentuk laporan tertulis. Terimakasih kami sampaikan kepada pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan dan penyusunan laporan akhir kegiatan Study Tour ini. Penulis menyadari dalam penulisan dan penyusunan laporan akhir kegiatan study tour ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu, keritik dan saran sangat penulis harapkan demi perbaikan laporan kegiatan lainnya dimasa yang akan datang. Akhirnya kami sampaikan selamat pembaca dan semoga laporan kegiatan ini akan menambang pengetahuan dan referensi para pembaca serta semoga bermanfaat bagi kami semua. ( amin ) Wassalamuàlaikum Wr. Wb. Bondan, .......... 2010 Penyusun DAFTAR ISI Halaman Judul Lembar Pengesahan Motto Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Penulisan C. Manfaat Penulisan D. Metode Penelitian E. waktu Penelitian BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN STUDY TOUR DI MAGELANG A. Candi Borobudur B. Taman Kiyai Langgeng BAB III PENUTUP A. kesimpulan B. saran – saran Daftar Pustaka Lampiran – lampiran BAB I PENDAHULUAN A. latar Belakang Kegiatan study tour adalah salah satu bentuk manifestasi dari pendalaman pelajaran yang telah dipelajari yang notabennya merupakan pengetahuan yang diberikan dan dipelajari siswa swtiap hari. Kegiatan study tour merupakan bentuk pendidikan dan pelatihan langsung yang telah diprogramkan sedemikian rupa sebagai bagian peningkatan mutu pendidikan dari MA Al syarifiyah Bondan. Study tour merupakan kajian ilmiyah intrakurikuler yang wajib dilaksanakan oleh siswa kelas XI pada akhir studynya. Sebagai bentuk pendalaman langsung bagi ilmu yang telah dipelajari, maka kegiatan study tour harus direalisasikan dengan baik oleh siswa dalam rangka merealisasikan program pendidikan MA Al syarifiyah Bondan. B. Tujuan Penulisan Untuk memenuhi salah satu persyaratan guna mengikuti Ujian akhir Nasional ( UAN ) C. Manfaat Penulisan Untuk menciptakan siswa yang tangguh dan penya rasa tanggung jawab, mandiri dan berwawasan lua, serta menghargai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh negaranya dimasyarakat serta dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk giat belajar supaya lebih bersemangat untuk meraih cita – citanya dengan langkah pragmatis dan interdisipliner, disamping itu juga siswa sangat diharapkan menjadi kader bangsa dan kader pembangunan nasional yang berkualitas. D. Metode Penelitian Sebagai langkah pertama pelaksanaan study tour adalah mengadakan observasi secara umum dengan melihat secara langsung tempat wisata yang memiliki nilai sejarah yang ada di kota Magelang. Dan observasi ini dilakukan sesuai dengan intruksi dan juklak dari pembimbing wisata dan sejarah. Selanjutnya mengadakan pendekatan dan tanya jawab dengan aparat atau petugas pengelola tempat wisata tersebut. Pendekatan ini dimaksudkan selain untuk menghimpun data juga dalam rangka pengenalan program study tour MA Al Syarifiyah Bondan. Setelah itu kami menghimpun data – data melalui buku – buku dan internet sebagai bahan reverensi. E. Waktu dan Tempat Penelitian Kegiatan studi tour kelas XI, MA Al Syarifiyah Bondan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 16 Mei 2010. a. Candi Borobudur Waktu : jam 08.30 – 11.00 WIB Tempat : Desa Borubudur Kecamatan Borubudur Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah b. Taman Kyai langgeng Waktu : Jam 12.30 – 14.00 Wib Tempat : Jl. Cempaka No.6 Kota Magelang Jawa Tengah BAB II PELAKSANAAN STUDY TOUR DI MAGELANG A. CANDI BOROBUDUR Candi Borobudur terletak di Desa Botobudur, Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. 41 Km dari Yogyakarta dan 80 Km dari kota Semarang. Ibukota provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur juga dikelilingi oleh pegunungan Menoreh di sisi selatan, gunung Merapi ( 2411 Meter ) dan gunung Merbau ( 3135 Meter ) disisi barat laut. Disebelah timur candi Borobudur juga terdapat sungai Progo dan sungai Elo. Untuk mencapai Borobudur telah tersedia angkutan dari kota – kota disekelilingnya, seperti Muntilan, Magelang, Purworejo, atau langsung dari Yogyakarta dan Semarang. Adapun arti atau makna dari Candi Borobudur secara filosofis adalah merupakan lambang dari alam semesta atau dunia Cosmos. Menurut ajaran Budha alam semesta dibagi menjadi 3 unsur atau dhatu dalam bahasa sansekerta, ketiga unsur itu meliputi: 1. Unsur Nafsu, Hasrat ( Kamadhatu ) 2. Unsur Wujud, Rupa, Bentuk ( Rupadhatu ) 3. Unsur tak berwujud, tanpa rupa, tak berbentuk ( Arupadhatu ) Candi Borobudur didirikan diatas sebuah bukit seluas ±7,8 Ha diatas permukaan laut atau berada ±15 M diatas bukit sekitarnya. Untuk menyesuaikan dengan profil candi, bukit diurug dengan ketebalan bervariasi antara 0,5 M – 8,50 m. Ukuran candi yang diurug dari dinding terluar adalah 121,70 M x 121,40 M dengan tinggi bangunan yang masih tersisa 35.40 m dari tanah halaman. Denah candi menyerupai bujur sangkar dengan 36 sudut pada dinding teras 1, 2 dan 3 tersusun dari batu andesit dengan sisten dry masonry ( tanpa perekat ) diperkirakan mencapai 55.000 M3 atau 2.000.000 blok batu. Untuk memperkuat kontruksi dipergunakan sambungan batu tipe ekor burung kearah horizontal, sedangkan untuk arah vertikal dengan sistem getakan. Dari aspek seni bangunan ada dua bentuk seni arsitektur yang dipadukan yaitu : 1. Hindu Jawa kuno, yaitu adanya punden berundak relief maupun budha yang sedang bermeditasi. 2. India, yaitu adanya stupa budha dan lantai yang bundar. Secara keseluruhan bangunan candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat atau lantai yang masing – masing tingkat mempunyai maksud tersendiri. Susunan bangunan candi Borobudur dibagi menjadi 3 bagian yaitu bagian bawah, bagian pusat dan puncak. Secara teknis, uraian bangunan dapat dirinci sebagai berikut : a. Lebar dasar candi Borobudur : 123 M ( Lebar = panjang karena bujur sangkar ) b. Tinggi bangunan : 35,4 M setelah restorasi : 42 m sebelum restorasi c. Uumlah batu ( batu andesit ) : 55.000 m3 ( 2.000.000 blok bata ) d. Jumlah stupa : 1 buah stupa induk : 72 buah stupa berterawang e. Diameter stupa induk : 9,9 M f. Tinggi stupa induk sampai bagian bawah : 7 m g. Jumlah bidang relief : 1.460 bidang ( ±2,5 – 3 km ) h. Jumlah patung Budha : 504 buah i. Tinggi patung Budha : 1,5 M Adapun susunan patung budha selengkapny adalah sebagai berikut : 1). Ditingkat Rupadhatu - Langkan pertama : 104 Patung Budha - Langkan kedua : 10 Patung Budha - Langkan ketiga : 88 Patung Budha - Langkan keempat : 72 Patung Budha - Langkan kelima : 64 Patung Budha Jumlah seluruhnya : 532 Patung Budha 2). Ditingkat Arupadhatu - Teras bundar pertama : 32 Patung Budha - Teras bundar kedua : 24 Patung Budha - Teras bundar ketiga : 16 Patung Budha Jumlah seluruhnya : 72 Patung Budha Perbedaan diantara patung Budha adalah sikap tangan ( Mudra ) yang merupakan ciri khas untuk setiap patung. Mudra terbagi menjadi 6 jenis, namun karena macam – macam Mudra yang dimiliki oleh patung – patung yang menghadap kesemua arah bagian Rupadhatu ( lingkaran V ) maupun dibagian Aruapdhatu pada umumnya menggambarkan maksud yang sama, maka jumlah mudra yang pokok ada 5 ( lima ) jenis. ( Soekmono, 1981 ). Adapun kelima mudra itu adalah : a. Bhumisparca – mudra b. Abhayu mudra c. Bhyani Mudra d. Wara Mudra e. Dharma cakra Mudra Bidang relief yang terdapat di candi borobudur seluruhnya ada 1460 panel yang jika diukur memanjang mencapai 2.500 Meter. Relief merupakan rangkaian cerita yang dilukiskan dalam satu bingkai ( panel ) untuk satu adegan. Sedangkan jenis reliefnya ada dua macam yaitu : 1. Relief cerita, yang menggambarkan cerita dari suatu teks dan naskah. 2. Relief hiasan, merupakan hiasan pengisi bidang. Relief cerita pada candi Borobudur menggambarkan beberapa cerita, yaitu : 1. Karma wibangga 2. Lalita wistara 3. Jataka dan Awadana 4. Gandawyuda Candi Borobudur mempunyai beberapa fungsi yang dibedakan menjadi dua , yaitu : 1. Pada Masa Syailendra a. Sebagai tempat penghormatan terhadap Raja b. Sebagai tempat meditasi / berdoà c. Sebagai tempat penyebaran agama Budha d. Sebagai tempat untuk menyelenggarakan upacara keagamaan e. Sebagai tempat untuk menyimpan benda – benda reliek ( Dhatugarba ) f. lambang suci agama Budha 2. Fungsi pada masa kini / sekarang a. Sebagai tempat berpariwisata yang bertaraf Internasional b. Sebagai tempat untuk mempelajara benda – benda purbakala c. Sebagai tempat untuk memasarkan hasil – hasil rakyat kecil d. Sebagai tempat untuk mempelajari bahasa asing e. sebagai lapangan kerja yang menampung pekerja untuk mengurangi pengangguran. Untuk menaiki candi Borobudur diperlukan langkah – langkah tertentu yang disebut pradaksina yaitu berjalan mengelilingi candi menurut kearah jarum jam ( kanan ) sebagai upacara penghormatan dengan senantiasa menyebelahkanankan pusat candi. Tangga sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya atau yang utama untuk mencapai puncak bangunan. Dengan kata lain, candi Borobudur menghadap ketimur meskipun sisi – sisinya sama dan serupa ( utara, Barat dan selatan ). ( Soekmono, 1981 ). SEJARAH CANDI BOROBUDUR BERBAGAI VERSI CANDI Borobudur merupakan candi Budha terbesar kedua setelah candi Ankor Wat di Kamboja dan termasuk salah satu dari 7 keajaiban dunia. Ada beberapa versi mengenai asal usul nama candi ini. Versi pertama mengatakan bahwa nama Borobudur berasal dari bahasa sansekerta yaitu “bara ” yang berarti “kompleks candi atau biara ” dan “beduhur ” yang berarti “tinggi / diatas ”. Versi kedua mengatakan bahwa nama candi Borobudur kemungkinan berasal dari kata “ Sambharabudhara ” yang berarti “ gunung yang lerengnya berteras – teras ”, versi yang ketiga yang ditafsirkan oleh Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari kata “ bhoro ” atau “ asrama ” dan “ budur ” yang berarti “ diatas ”. Pendapat Poerbotjoroko ini dikuatkan oleh Prof. Dr. W. F. Stutterhiem yang berpendapat bahwa Borobudur berarti “ biara diatas sebuah bukit ”. sedangkan versi lainnya lagi dikemukakan olehProf. J. G. De Casparis berdasarkan prasasti karang tengah, menyebutkan bahwa Borobudur berasal dari kata “ Bhumisambharabudhara ” yang berarti “ tempat pemujaan bagi arwah nenek moyang ”. Masih berdasarkan prasasti karang tengah dan ditambah dengan prasasti kahuluan, J. G. De Casparis dalam disertasinya tahun 1950 mengatakan bahwa candi Borobudur diperkirakan didirikan oleh raja Samaratungga dari wangsa Syailendra sekitar tahun sangkala rasa sagara kstidhara atau tahun Caka 746 ( 824 Masehi ) dan baru dapat diselesaikan oleh putrinya yang bernama Dyah Ayu Pramodhawardhani pada sekitar tahun 847 M. pembuat candi ini menurut prasasti Klurak ( 784 M ) dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa ( bengalore ) bernama Kumaragacya dan seorang pangeran dari Kasmir yang bernama Visvawarma. KEPURBAKALAAN DI CANDI BOROBUDUR Candi merupakan salah satu peninggalan purbakala yang banyak ditemukan di Indonesia, yang bersifat Hindu maupun Budha. Bukti – bukti arkeologis menunjukan bahwa di Jawa Tengah banyak ditemukan peninggalan – peninggalan arkeologis, diantaranya bangunan candi, baik yang bersifat Hindu maupun Budha. Dalam seni bangunan candi dikenal istilah seni bangunan klasik tua yaitu bangunan candi dari kurun waktu sebelum tahun 1000 M. dan waktu sesudah tahun 1000 M. istilah ini menggantikan istilah dahulu yaitu seni bangunan Jawa Tengah dan Jawa Timur ( Ismijati Atmosudiro, 2001:47 ). Untuk seni bangunan klasik tua masih dibedakan lagi menjadi dua yaitu wilayah Jawa Tengah bagian utara dan wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Dari peninggalan arkeologis yang ada menunjukan bahwa peninggalan – peninggalan arkeologis klasik tua tersebar mulai dari wilayah Jawa tengah bagian utara sampai selatan. Sebagai contoh komplek candi Gedung Songo, komplek candi dieng, candi Borobudur, candi Mendut, candi Pawon, candi Ngawer dan candi – candi di sekitarnya. Untuk wilayah Jawa Tengah bagian utara dan candi Prambanan, candi Sewu, candi Plaosan, candi Kalasan dan andi – candi di sekitarnya untuk wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Berdasarkan laporan Belanda yang disusun dalam buku Rod 1914 menyebutkan adanya beberapa candi Hindu disekitar Borobudur. Peninggalan arkeologis tersebut sebagaimana menjadi koleksi musium Karmawibhangga. Penelitian lapangan yang dilakukan mengacu pada buku Rod 1914 oleh Bulai Konservasi. Peninggalan Borobudur tahun 2002, didapatkan data candi – candi tersebut tersebar di sembilan kecamatan yaitu : Kecamatan Muntilan, Dukun, Mungkid, Sawangan, Salam, srumbung, Borobudur, Tempuran dan salaman. Diperoleh data arkeologis berupa 14 situs Hindu, 4 situs Budha, 26 diduga situs dan 32 non situs. ( sumber : Kepurbakalaan, Wiwit Kasiati, 55 ( lima puluh lima ) written by : koleksi lukisan about I Year ago ). TAMAN WISATA CANDI BOROBUDUR Pembanguanan taman merupakan suatu usaha pembangunan yang berruang lingkup Nasional dan hanya berdimonsi tripatra karena sekaligus merupakan pembangunan kultural ( menyangkut nilai budaya ) dan pembangunan sosial ( demi kepentingan penduduk ) yang secara integral juga merupakan pembanguanan suatu wilayah. Tugas PT. taman wisata candi Borobudur dan Prambanan tidak hanya dibidang kepariwisataan tetapi juga menyangkut bidang lainnya, seperti : kebudayaan, kepurbakalaan, ekonomi maupun pengembangan wilayah yang bersangkutan. Taman wisata candi Borobudur merupakan kawasan arkeologi yang mengelililngi situs candi Borobudur yang di kelola oleh PT. taman wisata candi ( TWC ) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sejak tahun 1992, berdasarkan keputusan presiden RI tahun 1992 tentang pengelolaan taman wisata candi Borobudur dan taman wisata candi Prambanan serta pengendalian lingkungan kawasannya. PT. TWC yang sudah berdiri sejak tahun 1980 ini sebagai Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) dibidang pengelolaan kawasan pusata mendapatkan supervisi langsung dari kementrian negara BUMN. Supervisi teknis pelestarian didapatkan dari depertemae kebudayaan dan pariwisata melalui direktorat jendral sejarah dan purbakala. Harga tiket masuk taman wisata candi borobudur dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. Pengunjung domestik : Rp. 10.000.- / Orang 2. Pengunjung Mancanegara : 12 US$ / Orang 3. Anak usia dibawah 12 tahun mendapatkan potongan 50 % ( data hingga januari 2009 ) Waktu buka : Senin – Minggu Pukul 07.00 – 18.00 ( Monday – Sunday From 07.00 am to 06.00 po ) Kontak : PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Kantor Pos ( Head Office ) : JL, Raya Yogya – Solo Km 16 Prambanan, Sleman, D.i Yogyakarta 55571 Indonesia Phone : +62274496402, 496406 Fax : +62274496404 E-mail : corporate@borobudurpark.co.id jamari@borobudurpark.co.id website : http://www.borobudurpark.co.id Kantor unit Borobudur (Borobudur temple – unit office ). Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553. Indonesia Phone :+62293788266 Fax : +62293788132 E-mail : borobudur@ borobudurpark.co.id pujasunwarno@ Borobudurpark.co.id kantor perwakilan Jakarta ( Jakarta representatife office ) menara batavia lantai 25 Jl. KH. Mas Mansur Kav 126 Jkt. 10220 Indonesia. Phone : +622157930331 Fax : +622157930330 E-mail : jakarta@borobudurpark.co,id ( Sumber ; submitted by johny Gedeg ( Not Verified ) on Friday.08.21.2009 : 10:58 ). Fasilitas – fasilitas yang disediakan antara lain : musium arkeologi, baik musium tertutup maupun terbuka, Borobudur study center di Borobudur, information center, kebun pembibitan, tempat penitipan barang, parkir, warung, mushola, WC umum / MCK dan lain – lain. B. TAMAN KYAI LANGGENG Taman Kyai Langgeng terletak di Jalan cempaka no. 6 kota Magelang. Telp. / Fax ( 0293 ) 364142. Website://www.tamankyailanggeng.com Alam nan elok nan cantik dengan hamparan rumput serta pepohonan nan rindang terdapat di Taman Kyai Langgeng, sebelah barat kota magelang, menempati areal seluas 27 Ha, terletak 1 Km dari kota Magelang. Taman Kyai Langgeng memiliki paduan kenyamanan dan pesona yang sulit dilupakan, dengan banyak pilihan kenangan rekreasi, olahraga dan study. Fasilitas – fasilitas yang terdapat di Taman Kyai Langgeng antara lain : 1. Taman yang indah dan nyaman 2. Observasi tanaman langka 3. Tempat pertemuan a. Joglo Semar : 150 Orang b. Rumah Apung Panjang : 125 Orang c. Rumah Putih : 100 Orang d. Rumah Apung Bulat : 75 Orang e. Rumah apung Kreta Air : 75 Orang f. Joglo Pandan arum : 50 Orang g. Panggung Terbuka : Umum h. Panggung Gelanggang : Umum 4. Arena Bermain - Jet Coaster - Aquarium - Anjungan dirgantara - Kreta Mini - Bemo Tuk – tuk - Sepur Mini - Biang Lala - Flying Fox - Kumidi Putar - Becak air - Kolam Renang - Kumidi Layang - Kuda Mini - Kreta Air - Dokar Bermesin - Taman Lalu Lintas Taman Kyai Langgeng didirikan oleh Abagus Panuntun pada tahun 1981 – 1982. yang meresmikannya adalah H. Ismail dan yang mempromosikan adalah bapak Yugo. Melalui televisi, radio dan internet. Asal usul Taman Kyai Langgeng adalah karena didalam taman tersebut terdapat makam Kyai Langgeng yang merupakan salah satu pengikut pangeran diponegoro. Tujuan didirikannya Taman Kyai Langgeng adalah untuk sarana pendidikan ( study ), olahraga dan rekreasi. Latar belakang pendirian Taman Kyai Langgeng adalah menambah kemakmuran atau pendapatan daerah dan juga masyarakat Magelang. Jarak yang ditempuh untuk menuju ke objek siwata Taman Kyai Langgeng adaah sebagai berikut : a. 20 Km / 15 Menit dari candi Borobudur b. 45 Km / 60 Menit dari Yogyakarta c. 76 Km / 90 Menit dari Semarang d. 50 Km / 60 Menit dari Purworejo e. 30 Km / 50 Menit dari taman wista kopeng f. 150 Km / 120 Menit dari taman wisata dieng

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "sejarah candi borobudur"

Post a Comment